Saturday, August 31, 2013


“Tuan guru, ceritakanlah kepada kami sebuah hadits yang tuan dengar langsung dari baginda Rasulullah SAW,” kata salah seorang pemuka Syam kepada Abu Hurairah.

“Sesungguhnya manusia pertama kali akan diadili dengan pengadilan akhirat adalah seseorang yang mati dalam peperangan (mati syahid),” jawab Abu Hurairah mengutip hadits Rasulullah SAW. 

Abu Hurairah berkata, “Dihadapkanlah orang tersebut kepada Allah SWT, lalu disodorkan amalannya dan Allah pun Maha Mengetahuinya. ”Kemudian, Allah SWT bertanya, “Apa saja yang kamu kerjakan ketika di dunia?” Orang tersebut menjawab, “Saya berperang di jalan-Mu ya Allah, sampai-sampai saya mati terbunuh.” Allah berfirman, “Kamu bohong, yang benar kamu berperang supaya kamu dapat dikatakan sebagai ‘pahlawan’ dan mereka telah menyebutmu demikian.” Lalu Allah memerintahkan malaikat untuk menyingkirkan orang tersebut dari hadapan-Nya dan melemparnya ke dalam neraka.
Ada juga seseorang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya kepada orang lain. Lalu dihadapkanlah orang tersebut kepada Allah SWT. Diajukanlah amal orang tersebut kepada-Nya dan Dia-pun Maha Mengetahui. Kemudian, Allah SWT bertanya, “Apa yg kamu kerjakan waktu di dunia?” Orang itu menjawab, “Saya belajar Al quran dan telah pula mengerjakannya.”
“Kamu bohong, kamu belajar Alquran supaya dikatakan sebagai orang pandai, ulama, atau intelektual. Engkau membaca Alquran supaya dikatakan sebagai orang yang mampu membaca Alquran dengan baik, dan itu semua sudah dikatakan oleh mereka.”  Lalu Allah memerintahkan malaikat untuk menyingkirkan orang tersebut dari hadapan-Nya dan melemparnya ke dalam neraka.
Allahu Akbar. Rahasia ikhlas ternyata benar-benar  tak seorang pun yang tahu. Hanya Allah yang benar-benar  mengetahuinya,”Sirrun min asrariy, rahasia di antara rahasia-Ku,” kata sebuah hadis Qudsi. Banyak ulama yang menyebut beberapa di antara tanda ikhlas. Pertama, istiqomah, terus-menerus dalam ibadah, baik ada maupun tidak ada orang, dipuji atau dihina. Kedua, tidak ‘geer’ karena pujian dan tidak sakit hati karena hinaan.
Ketiga, pantang berkeluh kesah karena semuanya diputuskan Allah dengan rahmat, ilmu dan kebijakan-Nya sehingga tampaklah pada wajahnya yang selalu tersenyum. Keempat, baik sangka dengan selalu memuji Allah atas segala peristiwa dan kejadian-Nya. Kelima, qanaah, puas bukan hanya dengan nikmat Allah, melainkan atas segala keputusan Allah.
Berikutnya, tawadhu’(rendah hati), lalu asy-syahiyyu (ringan tangan) untuk memberi. Selanjutnya, bersemangat hanya pada yang hala karena orientasi hidupnya akhirat, memaafkan dengan mendo’akan orang yang menyakiti, kalaupun dipuji ia balas dengan do’a.
Hobi dan kesibukannya adalah bermuhasabah diri dan tidak tertarik mencari aib orang lain, lalu lisannya terus berzikir, beristighfar, dan bershalawat. Hati bertekat selalu menghidupkan sunnah harian Rasulullah SAW. Dan, mudah menitikkan air mata ketika sedang dalam puncak kenikmatan taat. Wallahu a’lam.

0 comments:

Post a Comment