Ada
tiga orang sahabat yang sangat iri dengan ibadah yang dilakukan Rasulullah SAW.
Maka, ketika ketiganya mengetahui bahwa Rasulullah SAW itu rajin berpuasa, sering
shalat malam, dan sedikit tidur, mereka pun ingin mengikutinya.
Orang yang pertama ingin puasa terus-menerus.
Orang yang kedua ingin shalat malam terus-menerus tanpa tidur di malam hari.
Dan, orang yang ketiga berkeinginan tidak menikah sepanjang hidupnya. Mendengar
hal itu, Rasul SAW menasehati ketiganya. Sebab ketiga cara yang ditempuh itu
sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam. Rasul mencontohkan dirinya yang rajin
berpuasa, tapi jg berbuka. Rasul setiap malam mendirikan shalat malam, tapi juga
butuh istirahat dan tidur. Selain itu Rasul juga menikah dan punya anak-anak.
Berkaca dari kisah di atas bahwa
sesungguhnya ibadah itu harus didasari dengan niat yang tulus karena Allah SWT.
Dalam Al Quran surah al-Bayyinah ayat 5, Allah SWT berfirman, “Allah tidak
memerintahkan kamu untuk beribadah melainkan semata-mata ikhlas karena Allah.” Rasulullah
bersabda, “Sesungguhnya semua aktifitas itu berdasarkan niat…” (HR Bukhari
& Muslim).
Dalam ibadah, ulama mengelompokkan
ada beberapa motivasi yang sering dilakukan umat. Motivasi ibadah itu ada yang
ikhlas karena Allah dan ada pula karena motivasi lain. Berdasarkan
tingkatannya, setidaknya ada tiga motivasi keikhlasan.
Pertama, didorong oleh kewajiban, tidak
ada kata menolak atau mengingkarinya. Boleh jadi karena terpaksa dan takut akan
siksaan Allah. Beribadah dengan motivasi ini disebut dengan fear motivation. Dari kategori
kecerdasan spiritual, motivasi ini menunjukkan kecerdasan spiritual yang paling
bawah.
Kedua, didorong oleh pahala atau
imbalan dari Allah. Ibarat mengharapkan upah dari suatu pekerjaan. Motivasi ini
dilandasi karena taat dan mewajibkan diri melakukan ibadah. Meskipun terkadang
merasa berat, tetapi karena terpanggil oleh ketaatan kepada Allah, ibadah tetap
dikerjakan. Beribadah dengan motivasi ini disebut dengan reward motivation.
Ketiga, didorong harapan agar selalu
dekat dengan Allah. Kelompok ini merasakan bahwa ibadah adalah kenikmatan dan
kebutuhan. Melakukan ibadah bukan sekedar ketaatan, tetapi rasa rindu dan
mencintai ibadah itu. Beribadah dengan motivasi ini disebut dengan internal motivation, dan karena cinta kepada
Allah (love motivation). Inilah kecerdasan spiritual yang terbaik.
Munculnya aneka ragam motivasi dalam
beribadah ini karena sering kita menganggap bahwa kebutuhan terhadap ibadah
merupakan konsumsi jiwa. Sedangkan kebutuhan urusan duniawi atau materi
merupakan santapan fisik.
Kecenderungan yg mengarahkan orbit
mns kpd Allah dianggap lahir dr pengaruh rohani. Sdgkan kekuatan yg mengarahkan
orbit mns kpd dunia atau materi merupakan pengaruh jasmani. Sering forum2
keagamaan dinamakan “bimbingan rohani” atau “santapan rohani”.
Tata cara seperti ini disebut dg
sekuler krn memisahkan nilai2 duniawi dg ukhrawi. Mereka sibuk berzikir,
menggelar sajadah di masjid, berdo’a & shalat sunnah. Namun mengabaikan
kebutuhan keluarga, mencari nafkah, & menuntut ilmu.
RSS Feed
Twitter
10:32 AM
Andrean Nurdiansyah

Posted in
0 comments:
Post a Comment